
Hari ini bener-bener hari yang berat buat nahan emosi, aja ada pancingan buat marah.
Diawali saat aku datang ke tempat usahaku, setelah aku lihat ternyata hanya ada satu pegawai yang standby, padahal seharusnya dua pegawai pada jam saat aku datang. Setelah aku tanya pada pegawai perempuan ku panggil saja si A, kemana si B yang seharusnya masuk pada hari itu, si A bilang dia sudah pergi pagi-pagi. hmmmm ok emosi ku sudah terpancing saat itu... ingin rasanya marah.
Aku marah bukan tanpa alasan, semalam si B izin pada ku untuk minta tukar libur. ya dia seharusnya libur hari ini, tapi karena ada keperluan dia minta di tukar libur untuk hari sabtu, karena alasannya acara keluarga tidak ada alasan untuk aku melarang atau mempersulit liburnya, tapi dengan catatan dia tukar libur. Tapi pada kenyataannya, hari ini dia menghilang pergi begitu saja, tanpa ada konfirmasi sebelumnya.
Belum selesai rasa kesal terhadap si B, tiba2 si C pegawai ku yang lain bertingkah menyebalkan. Sebenarnya sepele buat aku, cuma sikapnya yang kurang kerjasama dan terlalu individualis membuat aku terkadang suka makan hati dibuatnya.
Aku hanya minta dia untuk memutarkan lagu, agar tempat usahaku tidak terlalu sepi dan sunyi senyap, tapi gak ada respon sama sekali dari si C. Aku yang sudah kesal awalnya sama si B, melihat tingkah si C jadi males untuk menegurnya. Sampai sekali lagi aku kirim message untuk yang kedua kali dengan permintaan yang sama, tapi tetap tidak ada respon dari dia. hmmmmm kalau tidak ingat hari ini aku sedang saum mungkin sudah dari tadi aku tegur dia atas sikapnya yang benar-benar tidak menghargai aku sebagai owner disana, lagi-lagi emosi ku terpancing dan harus aku tahan.
Sampai akhirnya, aku datangi dia dan meminta langsung untuk dia memutarkan lagu, agar tempat usahaku ini tidak sunyi senyap dibuatnya, lalu apa yang terjadi... dia putar lagunya dengan volume yang sangat kecil... mungkin hanya dia dan tuhan yang bisa mendengar lagu apa yang dia putar.. "BENAR-BENAR MENYEBALKAN". lagi-lagi aku harus tahan emosiku....
Mungkin, jika aku orang yang tidak punya hati dan hanya mengikuti emosi ku, mungkin pegawai-pegawai seperti itu sudah tidak aku pakai lagi, karena hanya akan menjadi duri dalam daging. Tapi aku coba bersabar dan mencoba untuk bijak melihat tingkah laku mereka masing-masing, mencoba instropeksi diri. dan yang lebih penting, selama mereka tidak melakukan tindakan diluar batas aku tidak mau memutus rejeki seseorang hanya karena keegoisan ku semata, hanya karena ketidak senangan ku pada satu pegawai.
So, satu-satunya cara aku harus lebih banyak bersabar, harus lebih bisa mengontrol dan menahan emosi ku. Semoga aku bisa dan aku mampu. amin...

.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)